8 Cara Riset Produk yang Laris di Pasaran Online


Dalam dunia bisnis digital, menemukan produk yang laris di pasaran online adalah salah satu kunci utama kesuksesan. Banyak pelaku usaha online yang gagal berkembang bukan karena mereka tidak bekerja keras, tapi karena mereka salah memilih produk. Untuk itulah riset produk menjadi langkah penting yang tidak boleh dilewatkan.

Artikel ini akan membahas secara tuntas bagaimana cara riset produk secara efektif agar kamu bisa mengetahui apa yang sedang tren, apa yang dibutuhkan pasar, dan bagaimana memilih produk yang berpeluang besar untuk menghasilkan penjualan.


Mengapa Riset Produk Itu Penting?

Sebelum masuk ke tekniknya, kamu perlu memahami kenapa riset produk itu wajib dilakukan sebelum memulai jualan online.

  • Menghindari trial & error yang mahal

  • Mengetahui kebutuhan pasar sesungguhnya

  • Meningkatkan peluang produk cepat laku

  • Menemukan celah di pasar yang belum dimanfaatkan kompetitor

Dengan riset, kamu tidak hanya mengandalkan insting, tapi data yang bisa dipertanggungjawabkan.


1. Gunakan Google Trends untuk Lihat Tren Produk

Salah satu alat paling powerful dan gratis yang bisa kamu gunakan adalah Google Trends. Di sini kamu bisa melihat produk apa saja yang sedang naik daun berdasarkan kata kunci pencarian orang-orang di Google.

Cara menggunakannya:

  • Masukkan kata kunci seperti “masker wajah”, “tas wanita”, atau “tanaman hias”

  • Atur wilayah ke Indonesia dan rentang waktu ke 12 bulan terakhir

  • Amati grafik naik turunnya tren

Jika grafiknya stabil naik, maka produk tersebut punya potensi bagus untuk dijual.


2. Telusuri Marketplace: Shopee, Tokopedia, dan Lazada

Marketplace adalah ladang emas data untuk mengetahui apa yang sedang laris di pasaran. Kamu bisa riset langsung dengan:

  • Melihat kategori “Produk Terlaris” di masing-masing marketplace

  • Membaca ulasan pembeli dari produk-produk populer

  • Memperhatikan jumlah penjualan dan rating produk

  • Mengamati harga dan variasi yang ditawarkan kompetitor

Tips: Fokus pada produk dengan volume penjualan tinggi, rating minimal 4.5, dan jumlah ulasan yang banyak.


3. Manfaatkan Fitur “Search Suggestion” di E-commerce

Ketika kamu mengetik sesuatu di kolom pencarian Shopee, Tokopedia, atau bahkan Google, akan muncul saran kata kunci. Ini adalah cerminan dari apa yang paling banyak dicari orang.

Contoh:
Ketik “jam tangan” → muncul saran seperti:

  • jam tangan pria murah

  • jam tangan digital wanita

  • jam tangan couple kekinian

Setiap kata kunci tersebut bisa kamu jadikan bahan riset produk turunan yang sedang diminati.



4. Amati Perilaku Konsumen di Media Sosial

Media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Facebook saat ini menjadi tempat promosi produk paling aktif. Kamu bisa mencari ide dan insight dengan:

  • Melihat hashtag seperti #jualanonline, #produklaris, atau #tiktokmademebuyit

  • Mengamati jenis produk yang sering FYP

  • Mengamati komentar netizen terhadap video promosi

Catatan: Produk viral belum tentu tahan lama, jadi pastikan kamu riset lebih lanjut apakah produk tersebut punya demand jangka panjang.


5. Pelajari Data Pencarian dari Tools Gratis

Berikut beberapa tools yang bisa membantumu mengetahui volume pencarian produk dan kata kunci populer:

  • Ubersuggest: Cocok untuk riset SEO dan volume pencarian

  • Keyword Tool.io: Memberi insight dari Google, YouTube, dan Shopee

  • Answer The Public: Menampilkan pertanyaan dan ide dari netizen

Dengan tools ini, kamu bisa mengetahui apakah produk yang kamu incar benar-benar dicari orang atau hanya tren sesaat.


6. Cek Kompetisi Pasar

Riset tidak lengkap tanpa memahami siapa saja yang menjadi pesaing kamu. Cari tahu:

  • Apakah pasar sudah terlalu jenuh?

  • Siapa pemain besar di niche tersebut?

  • Apakah kamu bisa menawarkan nilai lebih?

Jika pasar terlalu padat, kamu bisa mempertimbangkan untuk menyasar ceruk pasar (niche market) yang lebih spesifik. Misalnya, bukan sekadar “skincare”, tapi “skincare untuk kulit sensitif pria”.


7. Tes Pasar dengan Minimum Viable Product (MVP)

Setelah kamu menemukan ide produk, jangan langsung produksi besar-besaran. Tes dulu dalam skala kecil untuk melihat respons pasar. Ini yang disebut dengan Minimum Viable Product (MVP) — versi awal dari produk yang sudah bisa dijual meskipun belum sempurna.

Gunakan platform seperti:

  • WhatsApp Group

  • Instagram Story

  • TikTok Live

  • Marketplace dengan sistem pre-order

Pantau: apakah ada yang tertarik? Berapa banyak yang bertanya? Apakah mereka siap membeli?


8. Analisa Produk Berdasarkan 4K

Untuk memastikan produk tersebut layak dijual, gunakan prinsip 4K:

  1. Kebutuhan – Apakah produk ini memang dibutuhkan?

  2. Kepuasan – Apakah bisa memberikan manfaat nyata?

  3. Ketersediaan – Apakah stok dan supplier mudah didapat?

  4. Keuntungan – Apakah margin penjualannya cukup menguntungkan?

Produk yang memenuhi 4K akan lebih mudah untuk dipasarkan dan dikembangkan dalam jangka panjang.


Kesimpulan

Menjual produk yang laris bukan sekadar soal keberuntungan. Dibutuhkan strategi, data, dan ketajaman membaca pasar. Dengan memahami cara riset produk secara mendalam, kamu bisa menemukan peluang emas yang selama ini tersembunyi.

Ingat, produk yang tepat bisa mempercepat kesuksesan bisnismu. Maka dari itu, luangkan waktu untuk riset sebelum memulai. Dengan riset yang matang, kamu bisa terhindar dari kesalahan fatal dan lebih siap menghadapi persaingan pasar digital yang semakin ketat.

Posting Komentar

0 Komentar